Goresan Kata

Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.. Soe Hok Gie
Tampilkan postingan dengan label Teori Organisasi Umum 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Organisasi Umum 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2013

Desain dan struktur organisasi

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi


1.         Pengertian dan dasar pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan didalam suatu organisasi merupakan hasil suatu proses komunikasi dan partisipasi yang terus menerus dari keseluruhanorganisasi. Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
a.    Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh.
b.    Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
c.    Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
d.    Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya.
e.    Logika
Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.
2.      Jenis-jenis Keputusan Organisasi
a.      Keputusan terprogram
Merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost.
b.      Keputusan tidak terprogram
Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik.
Contoh:
Dalam suatu perusahaan jika kita mendapatkan suatu masalah maka, kita dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikannya kita tidak boleh terburu-buru karena dapat menyebabkan kita mengambil atau memilih keputusan yang salah dan bahkan dapat membuat masalah semakin sulit. Oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dengan baik dengan cara mencari informasi, memahaminya dengan baik, dan mendiskusikan keputusan kita dengan orang-orang yang ikut dalam perusahaan itu, agar keputusan yang kita ambil dapat diterima dengan baik dan dapat memecahkan masalah yang ada.
3.      Faktor yang mempengaruhi keputusan.
a.      Internal Organisasi seperti ketersediaan dana, SDM, kelengkapan peralatan, teknologi dsb.
b.      Eksternal Organisasi seperti keadaan sosial politik, ekonomi, hukum,dsb.
c.       Ketersediaan informasi yang diperlukan
d.      Kepribadian dan kecapakan pengambil keputusan,
Referensi :

Jumat, 26 April 2013

KELOMPOK



PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK   KELOMPOK
Sebuah kelompok (Group) didefinisikan sebagai dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan berhubungan. Kelompok dapat berupa kelompok formal dan informal. Kelompok formal adalah kelompok-kelompok yang didefinisikan oleh struktur organisasi dengan penentuan tugas dan berdasarkan penunjukan penugasan kerja. Dalam kelompok formal, prilaku yang harus dianut oleh seseorang ditetapkan dan diarahkan menuju tujuan-tujuan organisasi. Sedangkan, kelompok informal adalah perhimpunan yang tidak terstuktur secara formal maupun secara organisasional. Kelompok-kelompok ini adalah formasi-formasi alami dalam lingkungan kerja yang timbul sebagai respons terhadap kebutuhan akan kontak sosial.

TAHAPAN    PEMBENTUKAN  KELOMPOK
Robbins dalam bukunya menggambarkan bahwa proses terbentuknya sebuah kelompok terdiri dari tahap-tahap : Forming (Pembentukan), Stroming (Ribut/Bertengkar), Norming (Menyepakati Aturan Main/Kerja), dan Performing (Berprestasi).

  • Forming (Pembentukan) : memiliki karakteristik besarnya ketidakpastian atas tujuan, struktur dan kepemimpinan kelompok tersebut.
  • Stroming (Ribut/Bertengkar) : salah satu dari konflik interkelompok.
  • Norming (Menyepakati Aturan Main/Kerja) : tahap ini adalah hubungna yang dekat terbentuk dan kelompok tersebut menunjukkan kekohesifan. Dalam tahan ini terdapat sebuah rasa kuat akan identitas kelompk dan persahabatan.
  • Performing (Berprestasi) : pada titik ini telah sepenuhnya fungsional dan diterima. Energi kelompok telah berpindah dari saling mengenal dan memahami menjadi mengerjakan tugas yang ada.


Refrensi :
Robbins, Stephen P., & Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi:Organizational Behavior. Edisi 12. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Rabu, 17 April 2013

KOMUNIKASI



PENGERTIAN DAN  ARTI PENTING KOMUNIKASI, 
Secara umum komunikasi dapat disebutkan sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita (informasi) antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pedas dimaksud dapat dipahami.
Dengan mengacu kepada beberapa definisi komunikasi yang dikemukakan oleh para ahlinya, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, pengetahuan kepada pihak lain.
Walaupun definisi tersebut tidak mengungkapkan yang digunakan, kita anggap saja bahwa yang dimaksudkan termasuk pula pengunaan alat –alat dan perlengkapan yang digunakan, kita anggap saja bahwa yang dimaksudkan termasuk pula penggunaan alat perlengkapannya.

JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
 Komunikasi terbai dalam dua jenis yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahsa sebagai alat sehingga komunikasi verbal ini sama artinya dengan komunikasi kebahasaan, sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa lisan maupu tulisan tetapi menggunakan bahasa kial, bahasa gambar, dan bahasa sikap.

Proses komunikasi dapat diartikan sebagai ‘transfer informasi’ atau pesan dari pengirim pesan sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling pengertian antara kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Dalam proses komunikasi, komunikator mengirimkan pesan/informasi kepada komunikan sebagai sasaran komunikasi. Komunikasi menurut Laswell komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.

KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi efektif atau dalam bahasa lain sering pula disebut diplomasi, perlu dilakukan untuk dapat membangun sebuah kesamaan keinginan dari sebuah informasi yang disajikan. Sehingga tujuan yang ingin diraih dapat dilakukan secara bersama-sama.

Komunikasi efektif dapat dilakukan oleh setiap orang. Jika ada yang merasa tidak mampu, hal ini lebih Karen masalah pembiasaan saja. Melatih orang berkomunikasi secara efektif bisa dilakukan dengan langsung pada prakteknya. Walaupun sepintas sepele, hal ini dapat membantu setiap individu untuk mencapai sebuah kesuksesan baik di dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan karirnya.





Sumber :
Atep Adya Barata. 2003. Dasar Dasar Pelayanan Prima. Jakarta :     PT. Elex Media Komputindo

Drs. Tommy Suprapto, M.S. 2009. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi. Jakarta: MedPress